Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Perjanjian Pinjam Pakai dan Perjanjian Pinjam - Meminjam

Perbedaan Perjanjian Pinjam Pakai dan Perjanjian Pinjam - Meminjam

1. Perjanjian Pinjam Pakai

Pinjam Pakai telah diatur dalam pasal 1740 sampai dengan Pasal 1753 KUHPerdata. Pengertian dari perjanian Pinjam pakai adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu memberikan suatu barang kepada pihak yang lainnya untuk dipakai dengan cuma - cuma, dengan syarat bahwa yang menerima barang ini setelah memakainya atau setelah lewatnya suatu waktu tertentu akan mengembalikanya (Pasal 1740 KUHPerdata).
Pihak yang meminjamkan tetap menjadi pemiliki barang yang di pinjamkan.

A. Hak dan Kewajiban

Nah perlu diingat bahwa kewajiban seorang yang menerima pinjaman sebagai berikut :
  • Menyimpan dan memelihara barang yang dipinjamnya sebagai seorang bapak rumah yang baik ( pasal 1744 KUHPerdata ).
  • Mengembalikan barang yang di pinjamnya tepat waktu, sesuai dengan kesepakatan. 
Apabila barang yang dipinjam oleh yang menerima pinjaman itu musnah atau rusak  maka ia bertanggung jawab atas musnahnya barang tersebut.

Kemudia Kewajiban dari si pemberi Pinjaman sebagai berikut :
  • Tidak dapat meminta kembali barang yang di pinjamnya kecuali lewat waktu yang ditentukan ( Pasal 1750 KUHPerdata ).
  • Menyerahkan barang  yang dipinjamnya.
Hak si pemberi pinjaman adalah menerima kembali barang yang telah di pinjamnya.

2. Perjanjian Pinjam - Meminjam ( pakai habis )

Pinjam - meminjam ( Pakai habis ) telah diatur didalam Pasal 1754 sampai dengan Pasal 1762 KUHPerdata. Kemudian definisi dari pinjam meminjam ( pinjam pakai habis ) sendiri adalah suatu perjanjian yang menentukan pihak pertama menyerahkan sejumlah uang yang dapat habis terpakai kepada pihak kedua dengan syarat  bahwa pihak kedua tersebut akan mengembalikan barang sejenis kepada pihak lain dalam jumlah dan keadaan yang sama ( Pasal 1754 KUHPerdata ).

Berdasarkan definisi tersebut maka orang menerima pinjaman menjadi pemilik mutlak barang pinjaman itu dan bila musnah maka yang bertanggung jawab adalah pihak peminjam itu sendiri.

A. Subjek dan Objek Pinjam Pakai Habis

Subjek dalam perjanjian pinjam - meminjam ( pakai habis ) adalah pemberi pinjaman ( Kreditur ) dan penerima Pinjaman ( Debitur ).  Kreditur adalah orang yang meberikan pinjaman uang kepada debitur , sedangkan debitur adalah orang yang menerima pinjaman dari kreditur.

Kemudia yang menjadi Objek Pinjam - meminjam ( pakai habis ) adalah semua barang - barang yang habis di pakai, dengan syarat bahwa barang itu tidak bertentangan dengan Undang - Undang , Ketertiban Umum, dan Kesusilaan.

Baca Juga : Hak dan Kewajiban Para Pihak Dalam Perjanjian  Penitipan Barang

B. Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban antara pemberi dan penerima pinjaman diatur dalam Pasal 1759 sampai Pasal 1764 KUHPerdata. Hak dari si peminjam adalah menerima barang yang di pinjam dari si pemberi pinjaman. Kemudian Kewajiban dari pemberi pinjaman tidak dapat meminta kembali barang yang diperpinjamkan sebelum lewat waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian.

Kewajiban dari peminjam adalah mengembalikan barang yang telah di pinjamnya dalam jumlah dan keadaan yang sama sewaktu yang diperjanjikan ( Pasal 1763 KUHPerdata ). Apabila ia tidak mampu memenuhi kewajibannya maka ia diwajibkan membayar harga barang yang di pinjamkannya, dengan syarat ia harus memperhatikan waktu dan tempat dimana barangnya, sesuai dengan Kontrak ( Pasal 1763 KUHPerdata ). Oleh karena itu yang menjadi hak dari peminjam adalah menerima barang yang dipinjam pakai habis.

C. Peminjaman Dengan Bunga

Pada dasarnya, peminjaman berupa uang atau barang yang habis dalam pemakaian, diperbolehkan untuk membuat syarat bahwa atas pinjaman itu akan dibayarkan bungan ( Pasal 1765 KUHPerdata ). Namun perlu diingat, apabila tidak diperjanjikan maka tidak ada kewajiban dari pihak peminjam untuk membayarkan bunga tersebut. Jika peminjam telah membayar bunga yang tidak diperjanjikan maka peminjam tidak dapat meminta kembali bungan tersebut dan tidak dapat menguranginya dari pinjaman pokok, terkecuali bunga yang dibayarkan melampaui bunga yang ditentukan oleh Undang - Undang.

Kemudian Bunga dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Bunga yang ditentukan dalam Undang - Undang dan,
  • Bunga yang didasarkan pada perjanjian ( Pasal 1767 KUHPerdata ).
Bunga menurut Undang - Undang adalah bunga yang ditentukan oleh Undang - Undang sebesar 6 % / Tahun, Sedangkan menurut Staatsblaad tahun 1976 Nomor 239, bunga yang ditetapkan dalam Undang - Undang berkisar antara 8 sampai dengan 10 %/ Tahun. Dalam praktiknya, bunga perbankan berkisar antara 18 sampai 24 %/ Tahun. Sedangkan bunga menurut perjanjian adalah bunga yang ditentukan besarnya oleh para pihak, Berdasarkan atas kesepakatan yang dibuat oleh mereka. 


Demikian artikel yang kami buat, Semoga Bermanfaat untuk kita semua, dan jangan lupa di SHARE, Terima Kasih.

Sumber Hukum : 

1.  Pasal 1740, 1753 , 1744, 1750, 1754, 1762, 1754, 1759, 1763, 1764, 1765, dan pasal 1767 Kitab Undang - Undang Hukum Perdata.

Post a Comment for "Perbedaan Perjanjian Pinjam Pakai dan Perjanjian Pinjam - Meminjam"